Pertemuan Kedelapan
Pendahuluan
Pesantren adalah kampung peradaban.
Keberadaannya didambakan, tetapi kadang kalapesonanya tak mampu membetahkan
penghuninya.Ia sering dicibir sebagai bagian dari kamuflase kehidupan,
karena lebih banyak mengurusi soal ukhrowiyah ketimbang duniawiyah.Ia
sering dicerca sebagai pusat kehidupan fatalis, karena memproduksi kehidupan zuhudyang
mengabaikan dunia materi. Padahal, orang pesantren menikmati
kesederhanaansebagai bagian dari panggilan moral keberagamaan.
PESANTREN Darul
‘Ulum disamping ilmu tasawwuf, tareqat dan alquran, namun darul ulum sudah
menerapkan sekolah formal (klasikal) yaitu madrasah ibtidaiyah, mu’allimien dll.
Pola Kepemimpinan
1.
Kepemimpinan
di Darul Ulum bersifat integral dan mengakomudir seluruh bani atau keluarga
yang tergabung dalam satu tim yaitu Majelis Pondok Pesantren Darul ‘Ulum
2.
Kepemimpinan
di sekolah formal tidak boleh dari keluarga
3.
Kepemimpinan
thareqat diserahkan pada keputusan jama’ah thariqat
4.
Kepemimpinan
atau pengasuh asrama diserahkan secara indefendent
Sistem Pendidikan Diniyah Dan Kitab Kuning
1.
Program Diniyah (tafakkuh fiddin)
2.
Program Diniyah di
asrama-asrama oleh masing masing pengasuh
3.
Pengajian
kitab kuning oleh pengasuh dan
ustadz-ustadz
4.
Pengajian
diniyah secara umum
5.
Pendidikan diniyah bersifat formal (klasikal) dan
tradisional (sorogan, wetonan dll)
Unit Pendidikan Di Darul Ulum
1.
Tingkat MIN
(madrasah ibtidaiyah negeri) dalam naungan Kemendikbud
2.
Tingkat SMPN dan MTs.N/MTs. (Dalam naungan kemenag)
3.
Tingkat SMA,
MA/MAN, SMK
Tidak ada komentar:
Posting Komentar