Senin, 12 Oktober 2020

TM Ke-5 Kedarul Uluman dan Aswaja

 

Pertemuan Ke-5

Sejarah Pesantren di Indonesia

 

 

sejarah pesantren 

1.      Lembaga pendidikan Islam di Indonesia belum ada sebelum abad 18 M dan baru muncul pada akhir abad 18 M dan awal 19 M (Martin, 1995).

2.      Pesantren memiliki ciri khas, yaitu; 

a.       Pondok tempat menginap para santri, 

b.      Santri: peserta didik,

c.       Masjid: sarana ibadah dan pusat kegiatan pesantren,

d.  Kyai: tokoh atau sebutan seseorang yang memiliki kelebihan dari sisi agama, dan kharisma yang dimilikinya,

e.       Kitab kuning: sebagai referensi pokok dalam kajian keislaman (Dhafier, 1982)


Macam-macam bentuk pesantren

1.      Pertama, pesantren tradisional yang masih tetap mempertahankan tradisi-tradisi lama, pembelajaran kitab, sampai kepada permasalahan tidur, makan dan MCK-nya, serta kitab-kitab-nya biasa disebut kitab kuning (Zarkasyi, 1998, p. 220).

2.      Kedua, pesantren semi modern, yaitu pesantren yang memadukan antara pesantren tradisional dan pesantren modern. Sistem pembelajaran disamping kurikulum pesantren tradisional dalam kajian kitab klasik juga menggunakan kurikulum Kemenag dan kemendiknas.

3.      Ketiga, pesantren modernyang kurikulum dan sistem pembelajarannya sudah tersusun secara modern demikian juga menejemennya. Disamping itu, menurut Zarkasyi pesantren modern sudah didukung ITdan lembaga bahasa asing yang memadai (Zarkasyi, 1998).


Fungsi Pesantren

Dikemukakan oleh Bapak Tholkhah Hasan mantan menteri agama RI,

1.    Pesantren sebagai lembaga pendidikan yang melakukan transfer ilmu-ilmu agama (tafaqquh fi al-din) dan nilainilai Islam (Islamic vaues);

2.    Pesantren sebagai lembaga keagamaan yang melakukan kontrol sosial; dan

3. Pesantren sebagai lembaga keagamaan yang melakukan rekayasa sosial (socialengineering) atau perkembangan masyarakat (community development).

 

 Kesimpulan

1.   Awal kehadiran pondok pesantren bersifat tradisional untuk mendalami ilmu-ilmu agama Islam sebagai pedoman hidup (tafaqquh fi al-din) dengan menekankan pentingnya moral dalam bermasyarakat.

2.      Secara umum ada dua tipe pesantren yaitu pesantren tradisional dan modern.

3.     Konsep Islamic boarding school menjadi alternatif pilihan sebagai model pengembangan pesantren yang akan datang.

4.     Prinsip pesantren adalah, al-muhafadzah ‘ala al-qadim al-shalih, wa al akhdzu bi al jadid al ashlah, yaitu tetap memegang tradisi yang positif, dan mengimbangi dengan mengambil hal-hal baru yang positif.

5.    Pembaharuan di pesantren hendaknya terus dilakukan terutama bidang menejemen, tata kelola bangunan juga harus menjadi perhatian serius sehingga tampak tertata asri, kurikulum pendidikan pesantren, dan berbagai bidang keahlian (bahasa dan life skill)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar