Bukan sekedar pengenalan
seputar lingkungan kampus, peserta juga dibekali pendalaman tentang sistem
pendidikan di indonesia, nilai-nilai
budaya, kunci sukses belajar di perguruan tinggi, cinta Tanah Air, termasuk
bahaya narkotika dan obat atau bahan berbahaya alias Narkoba,” kata kepala Biro
kemahasiswaan unipdu yakni Bakri Ilyas, Sabtu (4/9).
Oscar tahun ini tentu berbeda
dengan tahun kemarin, jika oscar kemarin dilaksanakan secara online karena
faktor kondisi pandemi covid -19, tahun ini oscar dilaksanakan secara ofline selama
5 hari , 3 hari universitas 2 hari fakultas, diawali dengan pra oscar dan
diakhiri dengan pentas seni sekaligus penutupan/pengukuhan maba.
Pembukaan oscar oleh Rektor
Unipdu bapak Prof. Dr. H Ahmad Zahro, MA beliau memberikan sambutan sekaligus
mengisi materi tentang sistem pendidikan di Perguruan Tinggi, prof zahro sangat
mengapresiasi dan berterimakasih kepada seluruh panitia pelaksana yang sudah
menyeleggarakan oscar dengan tertib dan baik. Motivasi juga disampaikan oleh
rektor unipdu tersebut kepada seluruh mahasiswa baru untuk semangat kuliah di
unipdu yang penuh dengan prestasi walaupun belum besar tapi akan besar pada
saatnya dan kalian sangat tepat sudah memilih kampus satu-satunya yang berani
mencantumkan kata pesantren, ungkapnya.
Materi kedua disampaikan oleh Wakil
Rektor Bid. Akademik dan Kemahasiswaan Bapak Dr. Ahmad Zakaria M. Kes. Tentang motivasi
belajar di perguruan tinggi dan dilanjut materi ketiga oleh warkesbang Bapak H.
M. Zahrul azhar, S.Ip., M.Kes. tentang anti radikalisme dan penanggulangan
narkoba. Beliau menyampaikan bahwa tidak ada pilihan lain bagi beliau ini
kecuali menanamkan pada diri senantiasa mencintai dan menjaga NKRI,. Berkenaan
dengan Narkoba, Gus Hans menyampaikan pentingnya untuk menjaga diri untuk tidak
terlibat maupun sedikit mencoba. “Karena akibatnya bisa menjadi sangat fatal,”
katanya. Baginya, mahasiswa memiliki peran penting ketika menemukan kasus
di masyarakat. Tetapi harus berhati-hati dan senantiasa bekerja sama dengan
aparat, mengingat hampir semua masalah Narkoba berhubungan dengan sindikat,” tegasnya.