Minggu, 15 November 2020

Disiplin Dalam Belajar

 

Pertemuan Keenam

Kedisiplinan Dalam Belajar

  Pengertian

Kata disiplin berasal dari Bahasa Latin “discipline” yang berarti “latihan atau pendidikan kesopanan dan kerohanian serta pengembangan tabiat.” Sedangkan “kedisiplinan” berasal dari kata dasar “disiplin” yang mendapatkan imbuhan ke-an. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1991:237) disiplin memiliki arti: 1) Tata tertib (disekolah, kemiliteran, dsb)”, 2) Keta’atan (kepatuhan) pada tata tertib, 3) Bidang studi yang memiliki objek, sistem, dan metode tertentu”. Selanjutnya, Menurut Lemhanas dalam Riadi (2013) “disiplin adalah kepatuhan untuk menghormati dan melaksanakan suatu sistem 27 yang mengharuskan orang tunduk pada keputusan, perintah, atau peraturan yang diberlakukan bagi dirinya sendiri”. Begitupun Mar’at dalam Riadi (2013) yang mendefinisikan bahwa “disiplin adalah sikap perseorangan atau kelompok yang menjamin adanya kepatuhan terhadap perintah-perintah yang berinisiatif untuk melakukan suatu tindakan yang perlu seandainya tidak ada perintah”. Berdasarkan ketiga uraian disiplin menurut para ahli di atas, bisa disimpulkan bahwa disiplin merupakan sikap yang wajib ada dalam diri semua individu. Karena disiplin adalah dasar perilaku seseorang yang sangat berpengaruh besar terhadap segala hal, baik urusan pribadi maupun kepentingan bersama. Untuk mempunyai tingkat kedisiplinan yang tinggi dalam mengerjakan sesuatu, dibutuhkan latihan dengan kesadaran dari dalam diri akan pentingnya sikap disiplin sehingga menjadi suatu landasan bukan hanya pada saat berkerja, tetapi juga dalam berperilaku sehari-hari.

 

Dasar Kedisiplinan

Banyak yang mengharuskan seseorang untuk memiliki sifat disiplin/ taat pada peraturan yang berlaku dimanapun seseorang berada, dengan adanya aturan diharapkan agar didapatkan ketertiban dan kebaikan. Allah Swt berfirman:

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikianitu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (Al- Fatih : 2009).

 

Faktor-faktor yang mempengaruhi kedisiplinan

Kedisiplinan bukan merupakan sesuatu yang terjadi secara otomatis atau spontan pada diri seseorang, melainkan sikap tersebut terbentuk atas beberapa faktor yang mempengaruhinya.diantara beberapa faktor yang bisa mempengaruhi tingkat dan porsi kedisiplinan seseorang, diantaranya:

 

 

a.       Faktor Internal

Faktor internal merupakan faktor yang terdapat dalam diri orang yang brsangkutan, faktor- faktor tersebut meliputi

1)      Pembawaan, Menurut aliran nativisme bahwa nasib anak itu sebagian besar berpusat pada pembawaannya, sedangkan pengaruh dari Lingkungannya hanya sedikit. Baik buruknya perkembangan anak, sepenuhnya tergantung pada pembawaannya. Pendapat tersebut menunjukan bahwa faktor yang menyebabkan orang berbuat disiplin adalah pembawaan yang merupakan warisan dari keturunannya.

2)      Kesadaran, Kesadaran adalah hati yang telah terbuka atas pikiran pikiran yang telah terbuka tentang apa yang telah dikerjakan. Disiplin akan lebih mudah ditegakkan apabila timbul kesadaran dari diri individu untuk selalu bertindak taat, patuh, tertib, teratur, dan bukan karena adanya tekanan atau paksaan.

3)      Minat, Menurut Syah (2009 : 152) menyatakan bahwa minat merupakan kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. Minat ini sangat penting karena sumber keinginan dari melakukan disiplin salah satunya adalah dengan memiliki minat untuk berperilaku disiplin.

4)      Pola Pikir, Pikiran tentu selalu mendahului perbuatan, maka perbuatan berkehendak untuk berdisiplin itu dapat dilakukan setelah pikirannya berkeinginan untuk disiplin.

b.      Faktor Eksternal

Faktor ini merupakan faktor yang berasal dari luar diri orang yang bersangkutan, faktor ini meliputi:

1)      Contoh atau teladan teladan atau model merupakan contoh perbuatan dan tindakan sehari- hari dari seseorang yang selalu terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Keteladanan merupakan suatu teknik yang paling efektif dan sukses, karena teladan itu menyediakan isyarat non verbal sehingga contoh itu lebih jelas untuk ditiru. Allah Swt berfirman:

Artinya: Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (Q.S. al-Ahzab:21)

2)      Nasihat, Selain teladan yang baik ada yang mengatakan bahwa di dalam jiwa terdapat pembawaan untuk terpengeruh oleh kata-kata yang didengar.

3)      Latihan, Melatih dalam hal ini memberi anak- anak pelajaran khusus atau bimbingan untuk mempersiapkan mereka menghadapi kejadian atau masalah-masalah yang nantinya akan datang.

4)      Lingkungan, Dalam hal ini lingkungan sangat menentukan pembentukan disiplin seseorang, karena di lingkungan tersebut terdapat aturanaturan yang harus ditaati oleh individu, sehingga mengharuskan seseorang untuk menaati aturan yang dibuat bersama.

 

Manfaat Disiplin

Adapun manfaat disiplin menurur Salsabila (2008) diantaranya:

a.       Menumbuhkan kepekaan Anak tumbuh menjadi pribadi yang peka/berperasaan halus dan percaya pada orang lain. Sikap ini memudahkan dirinya mengungkapkan perasaannya kepada orang lain, termasuk orang tuanya. Jadinya, anak akan mudah menyelami perasaan orang lain juga.

b.      Menumbuhkan kepedulian Anak jadi peduli pada kebutuhan dan kepentingan orang lain.Disiplin membuat anak memiliki integritas, selain dapat memikul tanggung jawab, mampu memecahkan masalah dengan baik ,cepat dan mudah.

c.       Mengajarkan keteraturan Anak jadi mempunyai pola hidup yang teratur dan mampu mengelola waktunya dengan baik.

d.      Menumbuhkan ketenangan Menurut penelitian menunjukkan bayi yang tenang/jarang menangis ternyata lebih mampu memperhatikan lingkungan sekitarnya dengan baik. Di tahap selanjutnya bahkan ia bisa cepat berinteraksi dengan orang lain.

e.       Menumbuhkan percaya diri Sikap ini tumbuh berkembang pada saat anak diberi kepercayaan untuk melakukan sesuatu pekerjaan yang mampu ia kerjakan dengan sendiri.

f.        Menumbuhkan kemandirian. Dengan kemandirian anak dapat diandalkan untuk bisa memenuhi kebutuhan sendiri. Anak juga dapat mengeksplorasi lingkungan dengan baik.Disiplin merupakan bimbingan yang tepat pada anak untuk sanggup menentukan pilihan yang bijak.

g.       Menumbuhkan keakraban Anak menjadi cepat akrab dan ramah terhadap orang lain karena kemampuannya beradaptasi lebih terasah.

h.      Membantu perkembangan otak Pada usia 3 tahun pertama, pertumbuhan otak anak sangat pesat, disini ia menjadi peniru perilaku yang piawai. ia mampu mencontoh dengan sempurna tingkah laku orang tua yang disiplin dengan sendirinya akan membentuk kebiasaan dan sikap yang positif.

i.        Membantu anak yang “sulit” Kadang-kadang kita lupa pada anak yang berkebutuhan khusus yang memerlukan penangan khusus, melalui disiplin yang menekankan keteraturan anak berkebutuhan khusus bisa hidup lebih baik. 

j.        Menumbuhkan kepatuhan Hasilnya anak akan menuruti aturan yang ditetapkan orangtua atas kemauan sendiri.

 

 

 

Sifat Disiplin

Menurut Keith Davis dalam Tobing (2011) yang menyatakan bahwa disiplin memiliki 3 sifat, diantaranya:

a.       Preventif Maksudnya adalah disiplin bertujuan agar sumber daya manusia memiliki disiplin pribadi yang tinggi, sehingga peran kepemimpinan tidak terlalu berat dengan pengawasan (pemaksaan) yang dapat mematikan prakarsa dan kreativitas serta manusia itu sendiri.

b.      Korektif Disiplin korektif adalah tindakan yang dilakukan setelah terjadi pelanggaran standar atau peraturan.Tindakan tersebut dimaksud untuk mencegah timbulnya pelanggaran lebih lanjut. Tindakan ini biasanya berupa hukuman tertentu yang disebut tindakan disipliner, antara lain berupa peringatan atau skors.

c.       Progresif Disiplin progresif adalah tindakan disipliner yang berulang kali berupa hukuman yang semakin berat dengan maksud agar pihak pelanggar bisa memperbaiki diri sebelum hukuman dijatuhkan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat 3 sifat disiplin dalam, diantaranya sebagai preventif/ pencegahan, korektif atau suatu pengoreksian atas tindakan yang tidak tepat dan progresif berupa konsekuensi dari disiplin itu sendiri.