Pertemuan Keenam
Kedisiplinan Dalam Belajar
Kata disiplin berasal dari Bahasa
Latin “discipline” yang berarti “latihan atau pendidikan kesopanan dan
kerohanian serta pengembangan tabiat.” Sedangkan “kedisiplinan” berasal dari
kata dasar “disiplin” yang mendapatkan imbuhan ke-an. Dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia (1991:237) disiplin memiliki arti: 1) Tata tertib (disekolah,
kemiliteran, dsb)”, 2) Keta’atan (kepatuhan) pada tata tertib, 3) Bidang studi
yang memiliki objek, sistem, dan metode tertentu”. Selanjutnya, Menurut
Lemhanas dalam Riadi (2013) “disiplin adalah kepatuhan untuk menghormati dan
melaksanakan suatu sistem 27 yang mengharuskan orang tunduk pada keputusan,
perintah, atau peraturan yang diberlakukan bagi dirinya sendiri”. Begitupun
Mar’at dalam Riadi (2013) yang mendefinisikan bahwa “disiplin adalah sikap
perseorangan atau kelompok yang menjamin adanya kepatuhan terhadap
perintah-perintah yang berinisiatif untuk melakukan suatu tindakan yang perlu
seandainya tidak ada perintah”. Berdasarkan ketiga uraian disiplin menurut para
ahli di atas, bisa disimpulkan bahwa disiplin merupakan sikap yang wajib ada
dalam diri semua individu. Karena disiplin adalah dasar perilaku seseorang yang
sangat berpengaruh besar terhadap segala hal, baik urusan pribadi maupun
kepentingan bersama. Untuk mempunyai tingkat kedisiplinan yang tinggi dalam
mengerjakan sesuatu, dibutuhkan latihan dengan kesadaran dari dalam diri akan
pentingnya sikap disiplin sehingga menjadi suatu landasan bukan hanya pada saat
berkerja, tetapi juga dalam berperilaku sehari-hari.
Dasar Kedisiplinan
Banyak yang mengharuskan seseorang
untuk memiliki sifat disiplin/ taat pada peraturan yang berlaku dimanapun
seseorang berada, dengan adanya aturan diharapkan agar didapatkan ketertiban
dan kebaikan. Allah Swt berfirman:
Artinya:
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil
amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu,
maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu
benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikianitu lebih
utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (Al- Fatih : 2009).
Faktor-faktor
yang mempengaruhi kedisiplinan
Kedisiplinan bukan merupakan
sesuatu yang terjadi secara otomatis atau spontan pada diri seseorang,
melainkan sikap tersebut terbentuk atas beberapa faktor yang
mempengaruhinya.diantara beberapa faktor yang bisa mempengaruhi tingkat dan
porsi kedisiplinan seseorang, diantaranya:
a. Faktor
Internal
Faktor internal merupakan faktor
yang terdapat dalam diri orang yang brsangkutan, faktor- faktor tersebut
meliputi
1) Pembawaan,
Menurut aliran nativisme bahwa nasib anak itu sebagian besar berpusat pada
pembawaannya, sedangkan pengaruh dari Lingkungannya hanya sedikit. Baik
buruknya perkembangan anak, sepenuhnya tergantung pada pembawaannya. Pendapat
tersebut menunjukan bahwa faktor yang menyebabkan orang berbuat disiplin adalah
pembawaan yang merupakan warisan dari keturunannya.
2) Kesadaran,
Kesadaran adalah hati yang telah terbuka atas pikiran pikiran yang telah
terbuka tentang apa yang telah dikerjakan. Disiplin akan lebih mudah ditegakkan
apabila timbul kesadaran dari diri individu untuk selalu bertindak taat, patuh,
tertib, teratur, dan bukan karena adanya tekanan atau paksaan.
3) Minat,
Menurut Syah (2009 : 152) menyatakan bahwa minat merupakan kecenderungan dan
kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. Minat ini
sangat penting karena sumber keinginan dari melakukan disiplin salah satunya
adalah dengan memiliki minat untuk berperilaku disiplin.
4) Pola Pikir,
Pikiran tentu selalu mendahului perbuatan, maka perbuatan berkehendak untuk
berdisiplin itu dapat dilakukan setelah pikirannya berkeinginan untuk disiplin.
b. Faktor
Eksternal
Faktor ini merupakan faktor yang
berasal dari luar diri orang yang bersangkutan, faktor ini meliputi:
1) Contoh atau
teladan teladan atau model merupakan contoh perbuatan dan tindakan sehari- hari
dari seseorang yang selalu terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Keteladanan
merupakan suatu teknik yang paling efektif dan sukses, karena teladan itu
menyediakan isyarat non verbal sehingga contoh itu lebih jelas untuk ditiru.
Allah Swt berfirman:
Artinya:
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu
(yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat
dan dia banyak menyebut Allah. (Q.S. al-Ahzab:21)
2) Nasihat,
Selain teladan yang baik ada yang mengatakan bahwa di dalam jiwa terdapat
pembawaan untuk terpengeruh oleh kata-kata yang didengar.
3) Latihan,
Melatih dalam hal ini memberi anak- anak pelajaran khusus atau bimbingan untuk
mempersiapkan mereka menghadapi kejadian atau masalah-masalah yang nantinya
akan datang.
4) Lingkungan,
Dalam hal ini lingkungan sangat menentukan pembentukan disiplin seseorang,
karena di lingkungan tersebut terdapat aturanaturan yang harus ditaati oleh
individu, sehingga mengharuskan seseorang untuk menaati aturan yang dibuat
bersama.
Manfaat Disiplin
Adapun
manfaat disiplin menurur Salsabila (2008) diantaranya:
a. Menumbuhkan
kepekaan Anak tumbuh menjadi pribadi yang peka/berperasaan halus dan percaya
pada orang lain. Sikap ini memudahkan dirinya mengungkapkan perasaannya kepada
orang lain, termasuk orang tuanya. Jadinya, anak akan mudah menyelami perasaan
orang lain juga.
b. Menumbuhkan
kepedulian Anak jadi peduli pada kebutuhan dan kepentingan orang lain.Disiplin
membuat anak memiliki integritas, selain dapat memikul tanggung jawab, mampu
memecahkan masalah dengan baik ,cepat dan mudah.
c. Mengajarkan
keteraturan Anak jadi mempunyai pola hidup yang teratur dan mampu mengelola
waktunya dengan baik.
d. Menumbuhkan
ketenangan Menurut penelitian menunjukkan bayi yang tenang/jarang menangis
ternyata lebih mampu memperhatikan lingkungan sekitarnya dengan baik. Di tahap
selanjutnya bahkan ia bisa cepat berinteraksi dengan orang lain.
e. Menumbuhkan
percaya diri Sikap ini tumbuh berkembang pada saat anak diberi kepercayaan
untuk melakukan sesuatu pekerjaan yang mampu ia kerjakan dengan sendiri.
f.
Menumbuhkan kemandirian. Dengan kemandirian anak dapat diandalkan
untuk bisa memenuhi kebutuhan sendiri. Anak juga dapat mengeksplorasi
lingkungan dengan baik.Disiplin merupakan bimbingan yang tepat pada anak untuk
sanggup menentukan pilihan yang bijak.
g. Menumbuhkan
keakraban Anak menjadi cepat akrab dan ramah terhadap orang lain karena
kemampuannya beradaptasi lebih terasah.
h. Membantu
perkembangan otak Pada usia 3 tahun pertama, pertumbuhan otak anak sangat
pesat, disini ia menjadi peniru perilaku yang piawai. ia mampu mencontoh dengan
sempurna tingkah laku orang tua yang disiplin dengan sendirinya akan membentuk
kebiasaan dan sikap yang positif.
i.
Membantu anak yang “sulit” Kadang-kadang kita lupa pada anak yang
berkebutuhan khusus yang memerlukan penangan khusus, melalui disiplin yang
menekankan keteraturan anak berkebutuhan khusus bisa hidup lebih baik.
j.
Menumbuhkan kepatuhan Hasilnya anak akan menuruti aturan yang
ditetapkan orangtua atas kemauan sendiri.
Sifat Disiplin
Menurut
Keith Davis dalam Tobing (2011) yang menyatakan bahwa disiplin memiliki 3
sifat, diantaranya:
a. Preventif
Maksudnya adalah disiplin bertujuan agar sumber daya manusia memiliki disiplin
pribadi yang tinggi, sehingga peran kepemimpinan tidak terlalu berat dengan
pengawasan (pemaksaan) yang dapat mematikan prakarsa dan kreativitas serta
manusia itu sendiri.
b. Korektif
Disiplin korektif adalah tindakan yang dilakukan setelah terjadi pelanggaran
standar atau peraturan.Tindakan tersebut dimaksud untuk mencegah timbulnya
pelanggaran lebih lanjut. Tindakan ini biasanya berupa hukuman tertentu yang
disebut tindakan disipliner, antara lain berupa peringatan atau skors.
c.
Progresif Disiplin progresif adalah tindakan
disipliner yang berulang kali berupa hukuman yang semakin berat dengan maksud
agar pihak pelanggar bisa memperbaiki diri sebelum hukuman dijatuhkan. Dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat 3 sifat disiplin dalam, diantaranya
sebagai preventif/ pencegahan, korektif atau suatu pengoreksian atas tindakan
yang tidak tepat dan progresif berupa konsekuensi dari disiplin itu sendiri.